Konsep Pendidikan Islam Menurut M. Iqbal dan Fazlur Rahman
Keywords:
Islamic education, Muhammad Iqbal, Fazlur Rahman, Renewal of Islamic thoughtAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan Islam menurut Muhammad Iqbal dan Fazlur Rahman serta mengidentifikasi relevansinya dalam konteks pendidikan Islam kontemporer. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), melalui analisis terhadap karya-karya utama kedua tokoh serta literatur sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Muhammad Iqbal memandang pendidikan sebagai proses pembentukan khudi (kepribadian kreatif) yang menekankan penguatan individualitas, dinamisme, dan kreativitas manusia dalam kerangka spiritualitas Islam. Sementara itu, Fazlur Rahman menekankan pentingnya pembaruan metodologis melalui pendekatan historis-kritis dan integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum, guna mengatasi dikotomi keilmuan dalam sistem pendidikan Islam. Persamaan keduanya terletak pada orientasi pembaruan, sikap kritis terhadap stagnasi intelektual, serta visi pendidikan yang humanistik dan progresif. Perbedaannya tampak pada fokus konseptual, di mana Iqbal lebih menekankan aspek filosofis-eksistensial, sedangkan Rahman lebih menitikberatkan pada rekonstruksi epistemologis dan sistemik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sintesis pemikiran kedua tokoh tersebut berkontribusi signifikan dalam merumuskan paradigma pendidikan Islam yang integratif, kontekstual, dan responsif terhadap tantangan modernitas.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Education and Culture

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



















