https://ejournal.indrainstitute.id/index.php/trimas/issue/feedTRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat2026-05-11T15:48:36+07:00Andriansyah, S.Pd., M.Pdandri.zk.89@gmail.comOpen Journal Systems<p>Welcome to TRIMAS Journal: Journal of Innovation and Community Engagement, an esteemed platform dedicated to the advancement of knowledge and the dissemination of groundbreaking research outcomes within the realm of Community Engagement Activities (PKM). With the ISSN No. 2809-1957, TRIMAS Journal serves as a beacon for scholars, practitioners, and enthusiasts alike, offering a holistic perspective on the innovative initiatives and impactful endeavors undertaken in service to society.</p> <p>TRIMAS: Journal of Innovation and Community Engagement stands as a testament to the commitment towards fostering intellectual discourse and elevating the quality of scholarly output in the domain of PKM. Our mission is twofold: to propagate conceptual ideas and research findings that contribute to the enrichment of PKM practices, and to elevate the caliber of written contributions derived from community engagement activities to align with the standards of premier research journals.</p> <p>Published biannually, in June and December, TRIMAS Journal provides a dynamic platform for the exchange of ideas, insights, and best practices, catering to a diverse array of disciplines and thematic areas within the PKM framework. Through rigorous peer-review processes, we endeavor to ensure the dissemination of high-quality, impactful research that resonates with both academia and society at large.</p>https://ejournal.indrainstitute.id/index.php/trimas/article/view/1481 Penerapan Permainan Tradisional Sebagai Media Terapi Motorik Dan Sosial Bagi Anak Autis di SLB Negeri Autis Sumatera Utara2026-01-27T10:06:22+07:00Devi Catur Winatadevicaturstokbinaguna@gmail.comEka Abdurrahmanekaabdurrahman4@gmail.comAidilla Pratiwi Siregaraidillahpratiwisiregar@gmail.comDewi Maya Sarydewimaya26@gmail.comKayla Ananda Prasetyokaylaananda@gmail.comAulia Noviansyah Noviansyahaulianoviansyah@gmail.com<p>Anak dengan autisme di Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis di Provinsi Sumatera Utara umumnya mengalami hambatan pada aspek motorik kasar dan kemampuan interaksi sosial, seperti koordinasi gerak, keseimbangan, kemampuan mengikuti instruksi, serta komunikasi dan kerja sama dengan teman sebaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan permainan tradisional sebagai media terapi motorik dan sosial yang kontekstual, menyenangkan, dan mudah diterapkan bagi anak autis di SLB Autis Sumatera Utara. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi asesmen awal kemampuan motorik dan sosial peserta, pemilihan serta modifikasi permainan tradisional lokal yang sesuai dengan karakteristik anak autis, pelaksanaan kegiatan bermain secara terstruktur dan bertahap, serta evaluasi perkembangan anak melalui observasi dan penilaian guru pendamping. Permainan yang diterapkan antara lain engklek, gobak sodor, dan lempar tangkap yang dimodifikasi sesuai kebutuhan anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan motorik kasar, konsentrasi, kepatuhan terhadap aturan sederhana, serta interaksi sosial seperti menunggu giliran, kerja sama, dan komunikasi fungsional. Selain itu, guru dan pendamping memperoleh panduan praktis penerapan permainan tradisional sebagai alternatif terapi motorik dan sosial berbasis budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di SLB Autis lainnya di Sumatera Utara.</p>2026-02-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.indrainstitute.id/index.php/trimas/article/view/1630Efektivitas Program Pengabdian Masyarakat dalam Deteksi Dini Gangguan Refraksi: Studi di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta 2026-05-11T15:48:36+07:00Sahelsahel@arokartika.ac.idSuci Haryantibetasenja1@gmail.comAtti Kartikawatiatti.kartika22@gmail.comFitri Yatifyati762@gmail.comShinta Amelia Astutishintaamelia@arokartika.ac.id<p>Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) di bidang kesehatan mata memiliki potensi besar sebagai strategi deteksi dini gangguan refraksi pada anak usia sekolah. Gangguan refraksi yang tidak terkoreksi merupakan penyebab utama disabilitas penglihatan pada anak yang dapat dicegah, dan prevalensinya terus meningkat secara global, terutama di kawasan Asia-Pasifik. Studi ini mengevaluasi efektivitas program PKM bertema "Mata Sehat Anak Cerdas" yang dilaksanakan di SDN Cempaka Baru 12 Jakarta pada tanggal 4 Februari 2026, menggunakan pendekatan deskriptif-evaluatif. Sebanyak 407 responden mengikuti pemeriksaan, menjadikan ini salah satu program skrining komunitas terbesar yang pernah dilaksanakan oleh ARO Kartika Indera Persada. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 153 orang (37,6%) memerlukan koreksi penglihatan. Persentase penerima kacamata per kelompok adalah: guru dan staf 62,5%, kelas 3 sebesar 41,8%, kelas 4 sebesar 37,6%, kelas 6 sebesar 28,2%, dan kelas 5 sebesar 27,4%. Intervensi berupa pemberian kacamata gratis dan edukasi kesehatan mata diberikan kepada seluruh peserta yang memenuhi kriteria klinis. Tingginya prevalensi pada kelompok kelas 3 dan 4 (usia 9–11 tahun) konsisten dengan pola insidensi miopia pada rentang usia kritis tersebut. Program ini dinilai efektif berdasarkan empat dimensi: cakupan, deteksi, intervensi, dan respons komunitas; dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkala dengan dukungan lintas sektor serta sistem pemantauan tindak lanjut yang terstruktur.</p>2026-05-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.indrainstitute.id/index.php/trimas/article/view/1526Penguatan Kompetensi Mahasiswa di Era Transformasi Digital Melalui Kunjungan Industri dan Benchmarking2026-02-05T12:59:48+07:00Syafrinadinasyafrinadinamanajemenunisi@gmail.comDharma Setiawandharmasetiawan61@gmail.comSri Hidayanti srihidayanti206@gmail.comWidyawatiwidy4zh@gmail.comSM Gunturguntur.al.qudshy@gmail.comRoslianar.rosliana@gmail.comHelly Khairuddinhellykhairuddin@gmail.comM. Tarmizitarmizimuhammad98@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kegiatan kunjungan industri dan benchmarking dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di era transformasi digital yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja yang semakin kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, yang berfokus pada pengalaman dan persepsi mahasiswa terhadap implementasi kedua kegiatan tersebut. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner kepada mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan kunjungan industri dan benchmarking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunjungan industri berperan penting dalam memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa terkait proses operasional perusahaan, penerapan teknologi digital dalam aktivitas bisnis, serta pembentukan budaya kerja profesional yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Selain itu, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja, sehingga mampu meningkatkan kesiapan karier mereka. Sementara itu, kegiatan benchmarking memberikan wawasan strategis mengenai praktik terbaik dalam pengelolaan sistem akademik, inovasi kurikulum, serta pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran. Secara keseluruhan, integrasi kunjungan industri dan benchmarking terbukti berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya kompetensi digital, profesional, sosial-komunikatif, dan manajerial. Oleh karena itu, kedua kegiatan ini direkomendasikan untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran kontekstual di perguruan tinggi guna menghasilkan lulusan yang adaptif dan kompetitif di era digital.</p>2026-02-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakathttps://ejournal.indrainstitute.id/index.php/trimas/article/view/1629 Skrining Kesehatan Mata Siswa Sekolah Dasar: Studi Kasus SDN Cempaka Baru 11 Jakarta 2026-05-08T14:36:49+07:00Suci Haryantibetasenja1@gmail.comSahelsahel@arokartika.ac.idAtti Kartikawatiatti.kartika22@gmail.comShinta Amelia Astutishintaamelia@arokartika.ac.idFitri Yatifyati762@gmail.com<p>Gangguan penglihatan pada anak usia sekolah merupakan permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil skrining kesehatan mata pada siswa SDN Cempaka Baru 11 Jakarta sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema "Mata Sehat Anak Cerdas". Kegiatan dilaksanakan pada 4 Februari 2026 dengan metode pemeriksaan tajam penglihatan, refraksi, dan edukasi kesehatan mata. Sebanyak 195 responden yang terdiri dari siswa kelas 3–6 serta guru dan staf berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil skrining menunjukkan bahwa 88 orang (45,1%) memerlukan koreksi penglihatan dan diberikan kacamata secara gratis. Persentase tertinggi penerima kacamata adalah kelompok guru dan staf (85%), diikuti kelas 3 (54%), kelas 6 (48%), kelas 4 (46%), dan kelas 5 (40%). Temuan ini mengindikasikan prevalensi gangguan refraksi yang signifikan pada populasi usia sekolah dasar di kawasan perkotaan Jakarta, yang jika tidak ditangani dapat menghambat proses belajar dan menurunkan prestasi akademik. Faktor risiko yang teridentifikasi meliputi penggunaan perangkat digital berlebihan, kurangnya aktivitas luar ruang, dan dampak residual pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi COVID-19. Program skrining berkala, pemberian kacamata gratis, dan edukasi kesehatan mata berbasis sekolah direkomendasikan sebagai intervensi preventif yang efektif dan berkelanjutan.</p>2026-05-21T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat